Upacara Warak Keruron untuk yang Pernah Keguguran
IGustiNgurahAtmaja
あらすじ
Kehilangan yang tak terucap. Duka yang tak terlihat. Luka yang tersimpan dalam diam. Di tengah masyarakat yang kerap memandang keguguran sebagai peristiwa biasa, buku ini hadir menyingkap tabir upacara Warak Keruron- ritual untuk orang yang pernah keguguran. Melalui penelusuran mendalam di pelosok Nusantara, penulis menemukan kearifan lokal Bali yang memberikan ruang bagi orangtua untuk menghormati dan melepaskan jiwa kecil yang belum sempat hadir di dunia. Buku ini mengajak pembaca menyusuri makna filosofis upacara Warak Keruron, mengupas tuntas simbol-simbol sakral dalam ritual, hingga sarana-prasarana yang digunakan dalam upacara. Dengan sentuhan antropologi budaya dan spiritual, penulis menawarkan perspektif baru dalam memahami dan menyikapi keguguran—bukan sebagai aib atau kegagalan, melainkan bagian dari perjalanan kehidupan yang perlu direlakan. Sebuah narasi penuh empati bagi mereka yang pernah mengalami kehilangan, juga panduan berharga bagi keluarga, dan masyarakat untuk memahami dan mendampingi prosesnya.







