あらすじ
Kisah perjalanan seorang pemuda Indonesia yang mengembara untuk mencari Ilmu ke Negri Sudan, salah satu Negara di benua Afrika. Untuk menuntut ilmu di negri seribu darwish ini dia rela meninggalkan kampung halaman dan ibunya yang hidup sebatangkara. Di tengah perjalanannya mencari ilmu, pemuda ini bertemu dengan cinta pertamariya kepada seorang gadis Palestina. Cinta pertama yang merupakan cinta. yang sangat berat, paling berkesan dan tidak akan bisa hilang dari hati begitu saja. Walaupun banyak gadis-gadis yang menjadi persinggahan hati seorang pemuda, namun cinta pertama akan tetap menjadi persinggahannya yang abadi, sebagaimana dilukiskan oleh seorang penyair: نقل فؤادك حيث شئت من الهوى ما الحب إلا للحبيب الأول كم منزل في الأرض يألفه الفنى ، وحَدِينُهُ أبداً لأول منزل "Engkau bisa berpindah kekasih hati sekehendakmu # namun cinta sejati akan tetap untuk kekasih pertama". "Banyak tempat persinggahan (kekasih) yang menarik hati seorang pemuda # namun kekasih pertama selamanya akan menjadi persinggahan yang abadi". Gadis Palestina yang cantik namun penuh misteri, dia ada tapi tak pernah berjumpa, dia bicara tapi tak bersuara, dia hanya hadir dalam mimpi dan jalan-jalan di dalam khayalan. Namun dari kebisuan gadis itu telah keluar kata-kata yang penuh makna, cerita tragis yang menghiris, nasehat-nasehat yang mencerahkan dan narasi-narasi yang menginspirasi. Pemuda itu telah mengajukan proposal lamarannya dan telah diterima oleh gadis Palestina tersebut, namun karena keteguhan hatinya untuk membela masjid Al Aqsha dan negerinya, gadis itu mengajukan satu syarat untuk bisa menikahi dirinya, pemuda tadi harus ikut dengannya ke Palestina. Dan karena persyaratan itulah pemuda tadi menarik kembali proposalnya, dan akhimya keduanya mengambil jalan hidup masing-masing untuk sama-sama menjemput taqdir dan ketetapan dari Allah SWT yang telah ditetapkan-Nya sejak zaman azali bagi setiap makhluk-Nya.