あらすじ
Berbeda dengan puisi tema lain yang kadang memiliki motif tertentu, entah itu politis maupun estetis, bagi saya puisi cinta—meminjam istilahnya Umbu Landu Paranggi—adalah puisi “zero referensi”. Puisi yang tak membutuhkan rujukan laiknya puisi dengan tema yang lebih spesifik. Begitu pun puisi bertema maut (dalam pengertian luas) yang menjadi bagian kedua di buku ini. Sebagaimana cinta yang dialami setiap orang, kita tahu maut juga demikian. Maut adalah bahasa universal. Secara teknis pengerjaannya tak jauh berbeda dengan puisi cinta. Cinta dan maut adalah dua getaran yang melahirkan dorongan begitu subtil dan menuntun tangan untuk menuliskannya. Keduanya berasal dari kebeningan hasrat. Cinta dan maut adalah sesuatu yang purba dan selalu beriringan. Kim Al Ghozali AM Pengantar Buku kumpulan puisi Angin Pertama adalah karya Kim Al Ghozali AM, penulis yang lahir di Probolinggo, Jawa Timur, pada 12 Desember 1991. Buku ini menggambarkan cinta dan kematian dengan larik-larik yang berlapis sekaligus mudah didekati. Kim saat ini mukim di Denpasar dengan memulai menjadi buruh serabutan dan belajar menulis secara autodidak di sela-sela kesibukan praktisnya sebagai pekerja serta bergiat di Malam Puisi Bali. Kemudian ia banyak bersentuhan kreatif dengan Frans Nadjira dan Umbu Landu Paranggi, dua mahaguru penyair di Bali. Kini ia menjalani waktunya sebagai penulis full-time dan bergiat di Jatijagat Kampung Puisi (JKP 109), serta menerbitkan majalah bulanan, “Lentera Bayuangga” bersama teman-teman kampungnya.