Tradisi “Pamali Manggodo” Masyarakat Adat Sambori dalam Prespektif Fenomenologi(Junaidin, S.Pd., M.Pd; Prof. Dr. Sugeng Utaya, M.Si; Drs. I Komang Astina, MS.,Ph.D; Dr. Singgih Susilo, M.S., M.Si)の書籍・関連作品リスト | FindKey
Tradisi “Pamali Manggodo” Masyarakat Adat Sambori dalam Prespektif Fenomenologi
Banyak pihak yang memberi dukungan dan sumbangan pikiran dalam penyusunan buku ini, untuk itu penulis menyampaikan ucapan terima kasih kepada Bapak dan Ibu dosen Universitas Negeri Malang yang tidak dapat penulis sebutkan satu per satu yang telah banyak memberikan bekal ilmu kepada saya selama mengikuti perkuliahan di Program Doktor Pendidikan Geografi Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Masyarakat adat Sambori merupakan masyarakat yang memiliki kearifan lokal yang punya ciri khas yang berbeda dengan budaya masyarakat Bima pada umumnya, ada budaya tapa gala, mpaa manca, lupe, praktek nyanyian yang unik dan berbeda dengan patu mbojo. Secara linguistic bahasa masyarakat adat Sambori adalah bahasa daerah “Inge Ndai” merupakan varietas bahasa yang berbeda dengan dialek “Sera Suba” dan dialek “Maria” yang digunakan masyarakat Kabupaten Bima pada umumnya. Dalam hal bercocok tanam masyarakat sambori masih menggunakan cara-cara tradisional dengan mempertahankan tradisi Pamali Manggodo. Keunikan-keunikan budaya dalam interaksinya dengan ekologi atau sumberdaya alam untuk memenuhi kebutuhannya merupakan suatu bentuk pemahaman kearifan lokal yang sudah turun temurun yang menjadi ciri khas masyarakat adat Sambori