あらすじ
"Ayah dan Ibu merupakan dua sosok yang selalu memberikan kehangatan, kasih sayang dan perhatian yang tak minta balas dan tak berbatas. Membaca lembar demi lembar beragam kisah dalam buku ini mampu menghadirkan rasa syukur kepada Allah karena telah memberikan kedua orang tua yang selalu mencintai apa adanya. Buku ini recommended untuk dibaca para orang tua dan yang akan menjadi orang tua, sebagai hadiah terindah dari para anak-anak yang tak henti mencintai orang tuanya." -Dini Nuzulia Rahmah- Penulis buku best seller "Surat untuk Ayah & Ibu" dan 27 antologi lainnya “Hai anak-anak, berbaktilah sayangi, dan hormatilah kedua orang tuamu karena Allah SWT, karena memang haruslah demikian. Kebaktian anak terhadap orang tua pada hakekatnya bukan untuk orang tuanya semata dan bukan untuk membalas jasa kedua ibu bapaknya, tetapi untuk anak itu sendiri. Karena mustahil bagi seorang anak untuk dapat membalas segala kebaikan orang tua sekalipun dalam bentuk apapun juga. Berbagi kisah serta ungkapan cinta dan kasih sayang kepada orang tua yang mereka tuliskan dalam buku ini, adalah salah bukti bahwa anak tiada guna tanpa kasih sayang orang tua." Adita Febriyanti Penulis dan Founder @ruang bedah buku online Memang benar, kasih sayang orang tua tak ada batasnya. Sepenggal kisah buktinya ada dalam buku ini. Jika kau ingin mengenang tentang mereka, bacalah dan resapilah semua rasa di dalamnya. Untuk para ayah dan ibu, ini hadiah kecil persembahan dari buah hati kalian. Nikmatilah .... Dhita Erdittya Ibu rumah tangga bahagia, guru para buah hati, penulis buku Diary of Mahmud. Alhamdulillah…tidak ada nikmat terindah selain dari Allah Ta’ala, yang memberikan kesempatan untuk menghirup dunia, bersama orang-orang tercinta, yaitu kedua orang tua. Setiap anak terlahir dari rahim wanita, ia suci tanpa dosa. Ayah sebagai kepala keluarga yang selalu menjaga keluarga dari segala hal yang membahayakan istri, anak-anak dan keluarga besarnya. Teruntuk engkau Ayah dan Bunda adanya untaian aksara inilah sebagai salah satu wujud terimakasih atas semua perjuangan dan maaf akan kesalahan yang begitu banyak kami perbuat, buku ini saya khususkan sebagai hadiah untuk umi dan almarhum ayah di pertambahan usia mereka, tepat di bulan April, meski kini ayah tidak lagi di dunia, namun aku yakin bahwa ia melihat dan aku merasakan kehadirannya. Di bulan yang sama “April” Ayah dan Umi di lahirkan ke dunia, namun berbeda tanggal dan tahun namun Allah persatukan mereka berdua. Sebuah karya sederhana ini, berisikan kumpulan untaian kata anak kepada orang tuanya, untuk mengungkapkan betapa bersyukurnya kami berada di antara keduanya, tentang cinta, kasih sayang, permintaan maaf, serta kenangan yang tak akan terlupakan, buku ini adalah salah satu usaha anak-anak untuk menghadiahkan sebuah karya yang jauh dari sempurna, dari anak-anak yang begitu banyak salahnya, belum dapat memberikan yang terbaik kepada keduanya, belum begitu berbakti kepada mereka, sebab sering kali kesalahan yang di lakukan oleh kita sebagai anak-anaknya, tak perna kita rasa, bahkan untuk mengatakan kata cinta dan maaf pun susah mengungkapkannya. Lewat goresan pena inilah penulis berupaya mengutarakan segalanya meski tidak semua di ungkapkan lewat untaian kata. Bagi mereka para orang tua, anak adalah pelita, kasih sayang seorang ayah bunda sepanjang masa. Namun kita sebagai anak begitu banyak salahnya, sering kali tidak mengindahkan nasehat-nasehatnya, dan banyak kesalahan lainnya. Terkadang untuk mengungkapkan kata sayang, cinta dan permintaan maaf terasa kelu di lidah, atau mungkin gengsi untuk mengungkapkannya. Tidak jarang kita sebagai anak menggoreskan luka, semoga kita dapat membahagiakan mereka, membuat mereka bangga dengan prestasi, keaktivan, kesuksesan kita anak-anaknya. Bakti kita kepada mereka adalah kewajiban selama mereka tidak menyuruh kepada keburukan. Membaca tulisan-tulisan yang masuk di E-mail, membuat mata saya berkaca-kaca, sebab banyak ungkapan penyesalan di dalamnya, kerinduan, permintaan maaf, dan terimakasih tiada terkira, sebab perjuangan mereka tidak ada lelahnya, tidak ada bosannya demi kita anak-anaknya. Begitulah aksara jika kita untai untuk Ayah Bunda tidak akan mampu menebus semua perjuangan, pengorbanan, dan tidak akan berhenti untuk meneteskan air mata, mengingat semua yang telah keduanya lakukan untuk anak-anaknya. Salam hangat, pejuang pena Ummu Salamah Ali