あらすじ
Ayu membenamkan mukanya ke punggung Bagas, menangis tersedu dengan hati yang bergejolak. Ayu tak bisa menjabarkan apa yang ia rasakan sekarang, ia begitu miris melihat sepasang bayi yang mungkin kembar itu berubah menjadi busuk di hadapan mata, terlebih ia mengingat kejadian yang telah merenggut nyawa mereka.Mereka sudah tentu terkubur di salah satu tempat di rawa ini. Dimana? Ia tak tahu pasti. Namun saat kuntilanak itu tiba-tiba muncul dengan wajah penuh bisul, borok berbelatung serta mata yang menyala terang, kemudian kuntilanak itu membuka bibirnya yang mengeluarkan lolongan panjang hingga mulut bagian bawahnya melorot hingga ke tanah, Ayu yakin mereka bertiga telah menemukan petunjuk.Ah, nanti saja didiskusikan lagi. Bau aneh yang benar-benar menjijikan dari bisul-bisul di wajah kuntilanak itu membuat Ayu teringat terus, bisul-bisul kehijauan yang meletup pecah itu memuncratkan cairannya dan yucks! Mungkin beberapa sampai ke pakaian yang Ayu kenakan.Menjijikan!