Di sendang, di atas pepohonan, segerombolan burung merayah biji-bijian. Mereka sedang menggelar pesta. Jatuh sebiji ringin. Jatuh menimpa dada yang terluka. Perlahan biji mulai tumbuh menghiasi seluruh tubuh. Rimbun dan teduh. Membuatku tak kuasa berkelana. Mungkin inilah yang disebut dengan cinta. Seorang gadis dengan rupa mahasempurna. Ia telah bertamu dalam hatiku. Ia selalu mewarnai mimpi dan anganku. Baru kali ini aku menjumpai bidadari menapak bumi.